Potensi Budidaya Ikan Patin Sangat Besar [Ekonomi dan Keuangan]

Tuesday, 23-12-2014 03:19 pm #tips-umkm

Sekian tahun pemerintah di dalam program revitalisasi perikanan masih terkonsentrasi pada tiga komoditas yakni, tuna udang dan rumput laut ketiga komoditas ini tidak perlu lagi kita kembangkan. Permintaan pasokan ikan Patin dilakukan oleh Amerika Serikat, Eropa Timur, Timur Tengah, China dan Uni Eropa, bahkan negara asing sudah umum sekali, jelas Martani, di Jakarta, kemarin.
Saat ini pabrik unit pengolaan ikan sudah mengalami kekurang bahan baku, khususnya hasil perikanan tangkap. Karena itu, dengan adanya komoditas baru ikan patin ini, ketergantungan Indonesia dari negara-negara yang sudah mendominasi pasar dunia seperti Vietnam bisa di kejar.
Dia menjelaskan saat ini produksi dalam negeri masih kurang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Karena itu, Indonesia yang memiliki sumber daya cukup besar masih harus impor dari Vietnam. 
Keunggulan negara tetangga ini, dinilai lebih pada murahnya ikan yang diimpor jika dibandingkan dengan produksi dalam negeri. Harga Patin produksi dalam negeri jika dijual masih sebesar Rp17.000, sementara Vietnam mampu hanya Rp9.000.
Ikan patin yang ada di Indonesia harganya mahal sekitar Rp17.000, sedangkan pesaing kita Vietnam bisa hadir di Indonesia dengan komoditas yang sama, tetapi harga jualnya lebih murah yakni Rp9000, ujarnya menambahkan ekomoni kerakyatan yang berbasis perikanan rumput laut sudah jalan.
Begitu tingginya selisih harga ini karena Vietnam memiliki teknologi pembibitan yang jauh lebih unggul dibandingkan Indonesia. 
Vietnam juga mengadakan pakan dengan baik. Hal tersebut, membuat ongkos produksi dapat ditekan sehingga harga jual ikan Patin buatan Vietnam jauh lebih murah.
Yang pasti kami akan mendorong pengingatkan produksi patin dalam negeri sehingga tidak perlu lagi impor. Selain itu, kami akan membidik pangsa pasar luar negeri yang sangat besar sehingga akan menambah devisa negara, katanya.
Menurut Martani, ada tiga provinsi yang sudah mengembangkan kegiatan di sektor ikan patin yang saat ini sudah mantap di pasaran yakni Kalimatan Selatan, Jambi, Riau, tetapi masih kedodoran dalam mencukupi kebutuhan bahan baku. 
Menurut dia, masalah pakan ikan yang masih harus diimpor dari Chile, harga yang belum kompetitif, dan sangat sedikit pemerintah daerah yang menaruh perhatian pada budidaya patin, membuat produksi tersedat.(cr-1)



#TIPS SEPUTAR UMKM

#CNPLUS GROUP

copyrights © 2014 Peduli Mikro
Ketentuan Privasi . Syarat dan Ketentuan
Powered by CnPluS