Peluang Bisnis Budidaya Bibit Ikan Nila Memang Menguntungkan

Tuesday, 23-12-2014 07:04 pm #tips-umkm

Ikan nila sangat mudah berkembang biak secara liar di kolam air tawar. Oleh karena itu, pengembangan metode budidaya kultur tunggal kelamin (monoseks). Cara beternak ikan nila dengan teknik ini adalah hanya memelihara bibit ikan nila jantan karena pertumbuhan lebih cepat dibandingkan nila betina.


Ada 4 cara budidaya benih ikan nila yaitu :

  • Memilih secara langsung
  • Sistem hibridasi antar jenis tertentu
  • Merangsang perubahan seks dengan hormon
  • Menggunakan hormon seks jantan


Sedangkan perbedaan ciri-ciri induk ikan nila jantan dan betina adalah :
Induk jantan

  • Pada alat urogenetial terdapat 2 lubang yaitu anus dan lubang sperma
  • Ujung sirip ikan nila berwarna kemerahan terang dan jelas
  • Warna tubuh bagian perut lebih gelap kehitaman
  • Warna dagu ikan hitam gelap kemerahan
  • Jika perut di striping akan mengeluarkan cairan


Induk betina

  • Terdapat 3 buah lubang pada bagian bawah tubuh yaitu dubur, lubang pengeluaran telur dan urine
  • Ujung sirip berwarna kemerahan pucat tidak jelas
  • Warna perut dan dagu lebih putih
  • Tidak mengeluarkan cairan jika perut distriping



Tips Membuat Kolam Budidaya Ikan Nila

Untuk kolam pemijahan sebaiknya berupa kolam tanah yang luasnya 50 – 100 meter persegi dengan kepadatan kolam indukan 2 ekor per m2. Syarat kolam ikan untuk budidaya adalah suhu air antara 20 – 22 derajat celcius dengan kedalaman air 40 – 60 cm serta dasar kolam sebaiknya berpasir.

Sedangkan kolam pemeliharaan benih/pendederan, kedalaman air antara 30 – 50 cm dan kepadatan bibit ikan 5 – 50 ekor per meter persegi. Jika anda memasukkan benih ikan ukuran 3 – 5 cm maka lama pemeliharaan adalah 3 – 4 minggu.


Cara Budidaya Bibit Ikan Nila Sesuai Umur Masing-Masing

Pada usaha pembenihan, kegiatan yang dilakukan adalah memelihara dan mengawinkan induk ikan nila untuk menghasilkan banyak telur hingga menjadi anak ikan (burayak). Kemudian dilanjutkan mendeder untuk menghasilkan benih ikan yang lebih besar.

Dalam budidaya bibit ikan nila biasanya menghasilkan anak ikan yang berbeda-beda ukurannya. Hal ini berkaitan dengan lamanya waktu pemeliharaan benih. Anak ikan nila yang baru keluar dari induknya disebut benih kebul.

Benih ikan yang berumur 2 – 3 minggu setelah menetas disebut benih kecil atau putihan (jawa barat) dengan ukuran 3 – 5 cm. Selanjutnya benih kecil dipelihara di kolam lain atau di sawah.

Setelah dibesarkan selama kurang lebih 1 minggu kan dihasilkan bibit berukuran 6 cm dengan berat 8 – 10 gram/ekor namanya gelondongan kecil. Sedangkan gelondongan besar adalah bibit ikan nila merah yang sudah dipelihara selama 1 – 1,5 bulan memiliki panjang 10 – 20 cm.



Membuat Ransum Atau Pakan Untuk Induk Ikan Nila

Sebenarnya, jika kolam pemeliharaan sudah dilakukan pemupukan maka bisa merangsang tumbuhnya makanan alami ikan nila yaitu fitoplankton, zooplankton, maupun binatang lain yang hidup di dasar kolam seperti cacing, siput dan jentik-jentik nyamuk.

Namun demikian, induk nila juga membutuhkan pakan tambahan berupa pelet yang mengndung protein 30 – 40% dengan kandungan lemak tidak lebih dari 3%. Selain makanan tambahan tersebut, anda juga bisa memberikan vitamin E dan C yang berasal dari taoge dan daun-daunan.

Banyaknya pelet untuk indukan kira-kira 3% berat biomassa per han. Agar diketahui berat bio massa per han, ambil sampel 10 ekor ikan nila, ditimbang kemudian dirata-rata beratnya. Berat rata-rata yang diperoleh dikalikan dengan jumlah seluruh ikan dalam kolam.

Contoh : berat rata-rata 220 gram, jumlah seluruh ikan 90 ekor maka berat biomassa 220x90 = 19.800. jumlah ransum per han 3% x 19.800 gram = 594 gram. 

Ransum ini diberikan 2 – 3 kali sehari. Bahan pakan yang banyak mengandung lemak seperti bungkil kacang dan bungkil kelapa tidak baik untuk induk ikan. Dedak halus dan bekatul boleh diberikan sebagai makanan karena bagus untuk menjaga kesuburan kolam.



Bagaimana Cara Penen Bibit Ikan Nila?

Dalam pemanenan benih, pastikan kondisi bibit ikan nila sehat terbebas dari penyakit serta tidak cacat. Kemudian benih ikan dimasukkan ke dalam kantong plastik atau keramba dengan media air bersih yang bebas dari bahan organik.

Agar bibit ikan nila bisa bertahan hidup dan sehat sampai tujuan pengiriman, benih harus diberok terlebih dahulu selama beberapa hari. Buat tempat pemberkan dengan ukuran 1 m x 1m untuk menampung anak ikan ukuran 3 – 5 cm sebanyak 5000 – 6000 ekor.

Berdasarkan lama waktu pengiriman dan jarak tujuan pengiriman, sistem pengangkutan benih dibagi menjadi dua bagian yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Untuk pengantaran bibit ikan nila dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu lama. Alat pengangkut berupa keramba yang diisi air bersih 15 liter bisa untuk menampung 5000 ekor benih ukuran 3 – 5 cm.

Sedangkan untuk pengiriman bibit ikan dalam jarak jauh dengan waktu 4 – 5 jam dapat menggunakan kantung plastik. Komposisi air dalam kantung terdiri dari air bersih 5 liter diberi buffer Na2 (hpo) 4.1H2O sebanyak 9 gram.

Cara pengemasan benih ikan dengan kantung plastik adalah dengan memasukkan air bersih dahulu kemudian baru benih ikan dimasukkan, hilangkan udara dengan menekan kantung plastik ke permukaan air, alirkan oksigen dengan komposisi air : oksigen = 1 : 2. Masukkan ke dalam dus dengan posisi membujur atau ditidurkan. Bibit ikan nila siap dikirim ke tempat tujuan.

Peluang bisnis budidaya bibit ikan nila untuk dijual kembali memang masih menjanjikan keuntungan. Mengingat banyaknya petani maupun peternak ikan yang ingin membudidayakan ikan air tawar ini karena permintaan pasar yang cukup tinggi.



#TIPS SEPUTAR UMKM

#CNPLUS GROUP

copyrights © 2014 Peduli Mikro
Ketentuan Privasi . Syarat dan Ketentuan
Powered by CnPluS